Tentang Biaya Operasional IPAL
Terkait dengan biaya operasional ipal ( instalasi pengolahan air limbah ) atau sering juga disebut dengan beberapa istilah populer seperti WTP, STP, WWTP dan lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang sangat menentukan.
Aksioma Umum
Secara umum jika sebuah sistim dibangun dengan menggunakan prinsip-prinsip yang ideal, biaya operasional akan berbanding terbalik dengan biaya pembangunan pembuatan ipal itu sendiri.
Dalam bahasa sederhana semakin mahal biaya pembuatan umumnya dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan.
Jadi faktor penentu utama Biaya untuk mengoperasionalkan IPAL seharihari adalah design IPAL atau sistim yang digunakan secara keseluruhan berdasarkan grand design sistim ipal itu sendiri.
Biaya yang umumnya timbul dalam operasional ipal, diantaranya,
- Sumber energi (Listrik)
- Maintenance ( pemeliharaan )
- SDM ( sumber daya manusia )
- Bahan Kimia
- dan lain lain

Biaya Operasional Umum Pengolahan Air Limbah
Listrik (Sumber Energi)
Secara umum Biaya listrik akan terpengaruh dengan Kapasitas Intalasi Pengolahan Air Limbah, semakin besar biaya listrik sebagai sumber energi utama penggerak, Biaya akan menjadi lebih besar. Namun dengan penataan design dan sistim yang diatur sedemikian rupa dapat menekan biaya listrik sebagai biaya operasional.
Dalam hal ini kreatifitas designer ipal akan sangat berpengaruh. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menekan hal ini misalkan penggunaan fitur hybernasi.
Seperti disebutkan sebelumnya dalam pembahasan aksioma umum, penambahan fitur akan berbanding lurus dengan biaya pembuatan IPAL.
Maintenance (Pemeliharaan)
Biaya pemeliharaan (maintenance) dipengaruhi beberapa hal diantaranya nya :
- Pergantian Komponen
- Operasional Sistim
- Biaya SDM (sumber daya manusia)
Pergantian Komponen
Hal Utama yang mempengaruhi biaya pergantian komponen, akan dipengaruhi beberapa hal utama, yang berpengaruh terhadap biaya pembuatan IPAL diantanyanya,:
- KualitasPilihan utama komponen yang digunakan, dalam hal ini harga sangat berpengaruh, secara umum semakin mahal komponen yang digunakan akan semakin awet. Namun hal ini tidak selalu sesuai dengan semua prinsip atau pilihan taktik masing – masing pengguna. Misalkan saja dapat menentukan pilihan pada produk murah namun secara umum masih lebih murah jika dihitung dari sisi lifetime komponen.
- Kesesuaian spesifikasi komponen sebagai peralatan air. Artinya pilihan komponen yang digunakan akan lebih baik jika spesifikasi yang digunakan sesuai. Misalkan pilihan Pompa akan lebih baik jika spesifikasi pompa sesuai dengan harga murah, dibandingkan harga mahal tetapi spesifikasi tidak sesuai.
- Design IPAL yang ideal dapat menekan biaya operasional . Design ipal yang baik umumnya sudah dipersiapkan untuk pergantian komponen dengan mudah (IPAL Custom). Secara sederhana pergantian komponen yang dimaksud tidak memerlukan lagi “biaya tukang” karena sudah dirancang bisa dilakukan oleh tenaga awam ( tehnisi internal perusahaan ). Hal ini umumnya tidak dimiliki oleh IPAL yang di produksi masal.
- dan lain lain
Operasional Sistim
Design Sistim Operasinal IPAL sangat berpengaruh terhadap biaya operasional IPAL. Yang dimaksud Sistim operasional IPAL disini, diantaranya:
- Sistim Operasional Dasar
- Maupun Sistim Kontrol
Dasar Sistim Operasional
Sistim Kimia
Sistim operasional ipalsangat berpengaruh terhadap biaya, terutama sistim kimia (terkait sistim operasional dasar dapat dilihat lebih jelas pada laman Sistim Operasional Dasar). Bahan kimia umumnya digunakan sebagai chemical feed menggunakan chemical feeder. Hal ini juga berlaku untuk Filter Air.
Penggunaan chemical Feed pada sistim kimia umum umumnya berbanding lurus dengan volume air limbah. Umumnya penggunaan chemical feed pada sistim kimia reguler pemakaiannya jauh lebih besar dibandingkan sistim Multi Quadran. Disamping itu penggunaan chemical feed pada sistim kimia reguler sering kali menimbulkan limbah baru. Jadi sistim pengolahan limbah yang menghasilkan limbah baru.
Namun pada sistim operasional dasar Multi Quadran penggunaan Chemical Feed umunnya hanya digunakan sebagai Starter atau pemicu agar proses lebih cepat untuk mengejar keterbatasan Lahan.
Selain itu pada sistim kimia, dalam hal ini pada sistim kimia resapan (sistim kimia yang menggunakan tehnik peresapan),akan menimbulkan biaya tinggi.
- Semakin besar kapasitas biaya akan lebih tinggi
- Semakin berat kontamin pada air limbah biaya akan lebih tinggi.
Dari kedua faktor diatas penggunaan sistim operasional kimia resapan akan menimbulkan biaya rutin (Fix Cost) karena memerlukan biaya pergantian media filter, dalam hal ini jenis media filter kimia.
Sebagai contoh active carbon, Zeolit, manganese, dan lain lain.
Sistim Fisika
Pada sistim operasional dasar , sistim fisika yang mengunakan media filter (dalam hal ini media filter fisika), pada umumnya membutuhkan pergantian, yang dapat diartikan sebagai Biaya.
Pada media filter jenis ini, yang menggunakan nama atau istilah yang artinya atau istilah yang mengarah ke kesan modern canggih, dapat diartikan biaya akan semakin tinggi karena harganya relatif lebih tinggi dibanding media sejenis yang umum. sebagai contoh media filter yang mengandung unsur kata fiber, micro, aktif dan sejenis ini, dapat mengindikasikan harga lebih mahal dibanding media fisika yang umum.
Sistim Fisika yang murah biaya umumnya tidak menggunakan media filter.
Sistim Kontrol
Penggunaan sistim kontrol Otomatis, akan jauh lebih murah dibandingkan sistim kontrol manual. Terkait penjelasan lengkap tentang sistim Kontrol dapat dilihat pada laman Sistim Kontrol.
Biaya Operasional SDM
Pengaruh terbesar biaya SDM ( sumber daya manusia ) terutama untuk sektor industri skala kecil – skala menengah akan sangat berpengaruh. Untuk skala bisnis atau skala industri pada tingkatan tersebut diatas akan sangat besar perbedaannya.
Penggunaan sistim manual, memerlukan SDM dengan “tingkatan” tertentu yang mengharuskan memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup, dan perlu tenaga khusus yang harus didedikasikan untuk pengolahan limbah. Dalam bahasa singkat harus fulltime mengurus pengolahan limbah.
Sedangkan untuk IPAL Otomatis hanya diperlukan operator yang bisa dirangkapkan dengan pekerjaan lain ( tidak fulltime). Disamping itu tidak diperlukan “tingkatan” tertentu. Yang berpengaruh langsung terhadap BIAYA gaji. Untuk sistim operasional otomatis umumnya yang diperlukan hanyalah faktor “disiplin / tertip“.
Jadi pemilihan sistim Intalasi pengolahan air limbah menjadi faktor utama penentu besar kecinya biaya operasional secara berkesinambungan terus menerus selama IPAL masih digunakan.
Pembuatan IPAL
Kami Deep Blue SejahteraSiap membantu masalah pengolahan air limbah anda baik sebagai Kontraktor Konsultan maupun Designer.
Hubungi kami , dapat juga hubungi via aplikasi pesan pada bagian kiri bawah website ini.
